ASAL USUL ORANG LAMPUNG (LENGKAP)

Pada kesempatan kali ini, SIKAM LAMPUNG UNJ mengupas tentang asal usul orang Lampung. Pembahasan ini dibagi menjadi tiga bagian: Zaman Hindu Animisme, Zaman Islam, dan Zaman Hindu Belanda.

ZAMAN HINDU ANIMISME

Perkiraan sejarah suku bangsa Lampung dimulai dari zaman Hindu animisme yang berlaku antara tahun pertama Masehi sampai permulaan abad ke-16. Yang dimaksud dengan zaman Hindu di sini ialah zaman masuknya ajaran-ajaran atau system kebudayaan yang berasal dari daratan India termasuk Budhisme yang unsur-unsurnya terdapat dalam adat budaya orang Lampung. Nampaknya pengaruh Hinduisme itu sangat sedikit yang dianut oleh orang-orang Lampung, tetapi yang banyak adalah kepercayaan asli yang merupakan tradisi dari zaman Malayo-Polinesia, yang serba bersifat animisme.
Nampaknya daerah ini sudah lama dikenal orang-orang luar sekurang-kurangnya pada masa permulaan tahun Masehi, ia merupakan tempat orang-orang lautan mencari hasil-hasil hutan. Hal ini terbukti dari ditemukannya berbagai jenis bahan keramik dari zaman Han (206 s.M. – 220 M), begitu pula bahan keramik dari masa post-Han (abad ke-3 sampai abad ke-7) dan seterusnya ditemukan pula bahan-bahan keramik Cina sampai masa keramik dari zaman Ming (1368 – 1643).
Menurut berita negeri Cina dari abad ke-7, dikatakan bahwa di daerah selatan terdapat kerajaan-kerajaan yang antara lain disebut To-lang, P’ohwang. Dengan mempersatukan kedua nama itu maka dijumpai kembali Tulangbawang, yang ditempatkan di Lampung. Sebenranya letak bekas kerajaan ini yang tepat belum dapat diketahui dengan pasti, kita hanya dapat memperkirakan terletak di sekitar Way Tulangbawang, yaitu di kecamatan Tulangbawang (Menggala) di Kabupaten Lampung Utara bagian timur.
Apa yang dikatakan rakyat sebagai peninggalan sejarah berupa bukit yang terletak di rawa-rawa “bawang terbesu” di ujung kampong Unjung Gunung Menggala, yang disebut bukit “kapal cina” dan “pulau daging” masih merupakan tanda Tanya sejauh mana kebenaannya. Dikatakan bahwa kedua bukit itu adalah bekas kapal cina yang hancur dan tempat mayat yang bergelimpangan akibat perang dengan prajurit-prajurit Tulangbawang.
Begitu pula jika akan dihubungkan dengan kuburan keramat “Minak Sengaji”, cikal bakal kebuwayan Buway Bolan yang terletak di belakang kantor camat sekarang di Menggala, belum dapat dikatakan bahwa ia adalah salah satu keturunan dari Ratu Tulangbawang. Oleh karena itu bila dilihat dari silsilah keturunannya sampai sekarang, yang ada baru 24 keturunan saja. Hal ini berarti bahwa kalau dikalikan dengan 20, maka Minak Sangaji yang telah beragama Islam itu diperkirakan hidup di selitar abad 16, mungkin sezaman dengan Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati yang menduduki Sunda Kelapa tahun 1526.
Jika kita pergunakan pendapat Yamin, maka nama Tolang, Po’hwang akan berarti “orang Lampung” atau “utusan dari Lampung” yang dating dari negeri Cina sampai abad ke 7. Yamin mengatakan sebagai berkut:
“Perbandingan bahasa-bahasa Austronesia dapat memisahkan urutan kata untuk menamai kesaktian itu dengan nama asli, yaitu : tu (to, tuh), yang hidup misalnya dengan kata-kata ra-tu, Tuhan, wa-tu, tu-buh, tu-mbuhan, dan lain-lainnya.
Berhubung dengan urut kata asli – tu (tuh, to) yang menunjukkan kesaktian menurut perbandingan bahasa-bahasa yang masuk rumpun Austronesia, maka baiklah pula diperhatikan bahwa urat itu terdapat dalam kata-kata seperti to (orang dalam bahasa Toraja), tu (Makasar dan Bugis)”.

Dengan demikian To-lang, P’ohwang berarti To-orang, sedangkan lang P’hwang = Lampung, dan sejak itu orang menyebut daerah ini Lampung.
Meningkatnya kekuasaan Sriwijaya pada akhir abad ke-7 disebut dalam inskripsi batu tumpul Kedudukan Bukit dari kaki bukit Seguntang di sebelah barat daya Kota Palembang, yang mengatakan bahwa pada tahun 683 Sriwijaya telah berkuasa di laut dan di darat, dan pada tahun 686 negara itu telah mengirimkan ekspedisinya untuk menaklukan daerha-daerah lain di Sumatera dan Jawa. Olah karena itu dapatlah diperkirakan bahwa sejak masa itu Kerajaan Tulangbawang telah dikuasai oleh Sriwijaya, atau daerah ini tidak berperan lagi sebagai kota pelabuhan sungai di pantai timur Lampung.
Riwayat lama yang disampaikan secara turun temurun di kalangan rakyat mengatakan bahwa cikal bakal sebagian besar orang Lampung yang ada sekarang ini berasal dari Sekala Be’rak , yaitu suatu daerah dataran tinggi gunung Pesagi (2262 m)di kecamatan Kenali (Belalau) sekarang.
Dengan demikian diperkirakan bahwa nenek moyang orang Lampung itu hidup di Bukit Barisan pada abad ke-13 atau setidak-tidaknya sezaman dengan kerajaan Paguruyung Minangkabau yang didirikan Adityawarman pada tahun 1339.
Di dalam kitab Kuntara Raja Niti, yaitu kitab adat istiadat orang Lampung yang hingg sekarang masih dapat ditemukan dan dibaca, baik dalam aksara asli maupun yang sudah ditulis dalam aksara latin, walaupun isinya sudah banyak dipengaruhi oleh agama Islam yang masuk dari Banten, dikatakan sebagai berikut:
“Siji turunan Batin tilu suku tuha lagi lewek djak Pagaruyung Menangkabau pina turun satu putri kajangan, dikawinkan jama Kun Tunggal, ja ngadu Ruh Tunggal ja ngakon tunggal ja ngadakan umpu sai tungau umpu sai tungau ngadakan umpu serunting umpu sai runting pendah disekala berak jak budiri ratu pumanggilan, Ratu pumanggilan (umpu sai Runting nganak lima muari:

1. Sai tuha Indor Gadjah turun abung siwa miga
2. Sai Belungguh turunan peminggir
3. Sai Pa’lang nurunkan pubijan 2 suku
4. Si Padan ilang
5. Si sangkan wat di suka ham

Dengan demikian, menurut Kuntara Raja Niti, orang Lampung (suku Pubijan, Abung Peminggir, dan lain-lain) berasal dari Pagaruyung, keturunan putrid Kayangan dan Kua Tunggal. Kemudian setelah kerabat mereka berdiam di Sekala Be’rak, maka di masa cucunya, Umpu Serunting, mereka mendirikan Keratuan Pemanggilan. Umpu Serunting ini menurunkan lima orang anak laki-laki mereka adalah Indra Gadjah yang menurunkan orang Abung, Belunguh yang menurunkan orang-orang Peminggir, Pa’lang yang menurunkan orang-orang Pubiyan, Pandan yang diakatakan menghilang dan Sungkan yang dikatakan Suku Ham.
Selanjutnya sebagaimana diuraikan dalam Kuntara Raja Niti, karena orang-orang Bajau(perompak laut) dating menyerang, maka keratuan Pemanggilan itu pecah sedangkan warga masyarakat beralih tempat meninggalkan Sekala Be’rak, ke daerah dataran rendah Lampung sekarang. Keturunan Indra Gadjah kemudian menetap di Ulok (Kecamatan Tanjungraja Lampung Utara), di mana di bawah pimpinan Minak Rio Begeduh mereka mendirikan Keratuan Di Puncak.
Diperkirakan bahwa di masa Minak Rio Begeduh ini armada Majapahit singgah di pantai timur, yaitu di daerah kekuasaan Keratuan Pugung yang berada di kecamatan Labuhan Maringgai sekarang tetapi tidak sampai masuk ke daerah pedalaman.
Di masa kekuasan putra Minak Rio Begeduh yang bernama Minak Paduka Begeduh, daerah Abung diserang lagi oleh perompak dari laut yang mengakibatkan tewasnya Minak Paduka Begeduh. Hal ini menyebabkan keempat anak Minak Paduka Begeduh mengadakan pertahanan. Mereka adalah Unyai (Minak Trio Disou), yang membuat pertahanan di sepanjang Way Abung dan Way Rarem, Unyi (Minak Ratu Di Bumi), membuat pertahanan di sepanjang Way Seputih, Uban (wanita) dengan suaminya yang membuat pertahanan di sepanjang Way Terusan. Menurut cerita turun temurun yang kita dengar, Subing berhasil menebus kehormatan ayah mereka Minak Paduka Begeduh yang wafat itu dengan membunuh kepala perompak yang disebut Raja Dilaut.

About these ads

About blog mahasiswa lampung UNJ

merupakan perkumpulan mahasiswa Lampung Universitas Negeri Jakarta

Posted on April 11, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 28 Komentar.

  1. Jadi keratuan tertua adalah keratuan pemanggilan di skala berak. Stlh menyebar dari skala berak menuju dtrn rendah lampung skrg, baru berdiri 3 keratuan lain: puncak, pugung dan balau. Kemungkinan bsr krtuan pemanggilan identik dgn nama “tulang bawang”.

  2. Putri dari raja pesagi (ker.Pemanggilan) pd waktu itu dinikahkan dgn umpu serunting dr pagaruyung/ rejang dan menurunkan sebagian orang abung, pubian dan peminggir (keturunan 3 keratuan yg lain: puncak, pugung, balau). Sehingga keturunan keratuan pemanggilan (komering, way kanan, peminggir pemanggilan, tulang bawang, pubian buku jadi) disebut “sumbay” karena anak gadisnya diambil.

  3. Jd semua keratuan dilampung dahulu berasal dari satu keratuan yaitu “keratuan pemanggilan” atau dikenal tulang bawang dan daerahnya disebut sekala berak. Dan kebiasaan orang lampung jika ia membuka wilayah permukiman baru ia akan mengambil nama tempat sesuai dgn nama tempat asal usulnya atau kebuaiannya dahulu..

  4. apakah Ratu Darah Putih (Kalianda) Dan Ratu Melinting(Labuhan maringgai) adalah saudara kandung ?

  5. minta jenis musik klasik lampung pepadun si . . . . . . . . . . . . . . .

    buad tugas ne,,,,,,

    masa disini gag ada,,

  6. Kalau saya keturunan dari buay apa ya….. (salam saya dari kalianda pesisir)

  7. boy alfarras subing

    salam persaudaraan dr keturunan buay subing.

  8. Kalau daerah Sungkai masuk keturunan mana ya? jadi yang benar asal-muasal Masyarakat lampung itu dari Pagaruyung atau dari daerah China, sebelum skala brak ada

  9. banyak orang yang tidak senang dengan adanya kerajaan tulang bawang.
    bahkan ada yang coba menutup nutupi dan ingin menghilangkan sejarah kerajaan tulang bawang. terlebih ada yang mengatakan orang lampung keturunan banten,padang,dll.SUDAH JELAS2 KETIKA SAYA DISEKOLAH DULU,KERAJAAN BESAR YANG ADA DILAMPUNG DIDALAM BUKU PELAJARAN SEKOLAH(KURIKULUM TAHUN 1994)ADALAH KERAJAAN TULANG BAWANG MENURUT ORANG2 CHINA YANG PERNAH BERKUNJUNG KE SUMATERA DAN PENELITIAN ORANG2 BELANDA BAHWASANNYA PUSAT KERAJAAN BERADA DI HULU SUNGAI TULANG BAWANG YANG LETAK KEBERADAANNYA DIUJUNG MENGGALA DAN PAGER DEWA PADA ABAD KE 4 YANG BERNAFASKAN HINDU.
    DAN LUCUNYA LAGI ORANG LAMPUNG BERASAL DARI GUNUNG PESAGI KERAJAAN SEKALABRAK DIPENGARUHI OLEH KERAJAAN PAGAR RUYUNG DAN MENGHASILKAN SUKU2 LAMPUNG(HAHAAAAAAAAAAA SAYA HANYA TERTAWA SAJALAH,SUDAH NYATA2 KERAJAAN TULANG BAWANG BERJAYA PADA ABAD KE4 .KOK INI DITAMBAH2 LAGI HAHAHAKKKKKKKKKKKKK SUNGGUH………………….

    • JANGAN MEMBUSUNG DADA TOH KUMU JUGA TIDAK DILAHIRKAN PADA MASA SEJARAH TERSEBUT TERJADI….. JADI….. SEMUA KAJUAN ILMIAH BOLEH TERJADI….. YANG BENAR YANG PUNYA ALAT BUKTI…………DAN KETURUNAN RAJANYA ADA SAMAPI SAAT INI…… KALAU SUDAH HABIS KETURUNANNYA ……………..TAMMAT…..CERITA…….ANA KIDAH…….
      ……………………………..MAHAPPUN NGALIMPUKHA……………………………………

  10. jadinya keturunan itu siapa saja gak jelas dan dimana saja mereka bertempat tinggasl…?

  11. kalo orng Abung itu keturunan siap???makasih

  12. Mau tau lampung? Kunjungilah LAMPUNG BARAT TANOH WARISAN LELUHUR………… Belum menjadi lampung sebelum …… tau lampung barat

  13. ahmad haris efendi

    trimokasih atas informasi nya asal muasal rahm lampung,,ikam anjak lampung way seputih keturunan subing

  14. hidup lam-bar putra lampung asal nenek moyang LUAS.psti tau

  15. boleh kah saya bertanya mengenai sejarah penduduk / orang lampung khusus nya lampung padangratu kec padangratu lampung tengah ?
    mohon di balas dan dijawab dan balasan nya bisa dikirim ke email saya : ami_godbless@yahoo.com.saya tunggu.trimakasih .salam keuaghian anjak sikam.

  16. ..sedikit koment..menurut saya,jika anda mengatakan ,berdiri nya suku Lampung dikisaran abad 13..terlalu muda,dong, untuk dikatakan sebagai bahagian dari rumpun2 suku yg ada di Nusantara,juga jika anda beranggapan,kalau exodus nya suku2 ini ke daerah2 lain,karena ancaman perompak2 Bajau,wau,betapa pengecut nya,suku2 ini.! .Tentu anda ber asumsi,kalau Bajau yg anda tulis identik dngn suku Bajo yg ada di sulawesi? Coba anda telusuri daerah provinsi tetangga Lampung, yaitu Bengkulu,mungkin disana anda akan menemukan nama Bajau tsb. sakean. .mohon ma,af sblum nya .Wasalam.

    • Klo sy amati dari smua blog yg menceritakan asal usul orang lampung, 90% penulisnya orang lambar.
      Dan rata2 penulis hanya mengulas tulisan itu itu juga, gak ada yg lain.
      tulisan mereka hanya berdasarkan Analisa/pendapat sendiri, klo ada sanggahan Paling jg jawabannya “Berdasarkan kitab”, sedangkan sang “kitab” baru beberapa Abad doang..
      Coba cari/gali SEJARAH KERAJAAN TULANG BAWANG, itusalah kerajaan

  17. hay sdr Ayunan, menurut ramalan kiai,kalau menilik dari nama anda maka sdh bs di pastikan kalau anda berasal dari “Buay Abik.”. .slm knal bro.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 68 pengikut lainnya.