Daily Archives: Oktober 20, 2009

Satu Tahun SIKAM LAMPUNG UNJ

Teringat ketika satu tahun yang lalu, 18 Oktober 2008, beberapa mahasiswa baru kala itu berkumpul dari berbagai fakultas dan jurusan, mereka berkumpul karena memiliki satu persamaan, yaitu berasal dari Sang Bumi Ruwa Jurai, Provinsi Lampung. Mereka sepakat untuk membentuk suatu organisasi kedaerahan.
Awalnya bernama KEMALA (Keluarga Mahasiswa Lampung) UNJ, namun pada tanggal 15 November 2008 nama itu diubah menjadi SIKAM LAMPUNG UNJ (Silaturahmi Keluarga Mahasiswa LAMPUNG Universitas Negeri Jakarta). Berharap seluruh mahasiswa Lampung UNJ saling bersilaturahmi, saling mengenal seperti keluarga sendiri di organisasi ini.

Kini satu tahun telah lewat, banyak suka dan duka yang telah dialami organisasi ini, kelak menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga untuk menapak masa depan.

Minggu, 18 Oktober 2009 bertempat di Kebun Binatang Ragunan, SIKAM LAMPUNG UNJ merayakan ulang tahun pertamanya. Suasana ceria dan keakraban, meskipun beberapa teman-teman tidak hadir. Kue tar ulang tahun pertama bagi organisasi tercinta ini dimakan bersama di bawah pohon yang rindang.
Turut hadir pula Mbak Eni dari PERMALA, beliau memberikan saran-saran yang bermanfaat bagi kami juga bagi organisasi ini.

Selamat dan Sukses selalu SIKAM LAMPUNG UNJ

Semoga kebersamaan ini tak pernah hilang dari ingatan..

Iklan

Halal Bihalal dan Seminar Nasional

Sabtu, 17 Oktober 2009 PERMALA (Persatuan Mahasiswa Lampung) Jakarta mengadakan acara Halal Bihalal dan Seminar Nasional dengan tema “Menumbuhkan Sikap dan Jiwa Nasionalisme Pemuda dalam Semangat Sumpah Pemuda Sebagai Eksistensi NKRI”. SIKAM LAMPUNG UNJ turut membantu terselenggaranya acara ini, karena sebagai organisasi yang masih muda, SIKAM LAMPUNG UNJ masih perlu belajar banyak dengan PERMALA Jakarta yang notabene telah berdiri sejak tahun 1964.

Acara diadakan sangat meriah, tak terkecuali seminar nasionalnya. Pembicara pada seminar kali ini adalah: Kombes Pol Drs. H. Ike Edwin Buay Pernong (Kapolres Jakarta Pusat), Drs. Muhammad Adenan M.M (Kepala BPP Lampung-Jakarta), Drs. Aziz Syamsudin (Ketua Umum DPP KNPI), Vernando Duling (Aktivis Mahasiswa), dan Drs.Otong Abdul Rahman (Staf Ahli KPDP).

“Siapapun yang telah tinggal di tanah Lampung, bernafas menghirup udara Lampung, makan dengan beras Lampung, dan minum dari air Lampung, meskipun suku Jawa, Sunda, Batak, dan lain-lain mereka adalah masyarakat Lampung yang memiliki hak dan kewajiban yang sama.”

SIKAM LAMPUNG goes to Bogor

Pada kali ini SIKAM LAMPUNG UNJ mendapatkan kesempatan jalan-jalan ke Bogor, yaitu pada tanggal 14 – 15 Oktober 2009 yangh lalu. SIKAM LAMPUNG UNJ mendapat undangan dari PERMALA untuk ikut menghadiri acara “Kegiatan Peningkatan Peran Tokoh Suku/ Etnis Dalam Rangka Memperkuat Kerukunan Hidup Antar Kelompok Suku/ Etnis di Provinsi DKI Jakarta”. Kegiatan ini diadakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

SIKAM LAMPUNG UNJ hanya diberi jatah enam orang yang ikut acara ini. Karena acara ini diselenggarakan saat hari kuliah, maka yang ikut hanya empat orang, yaitu: Kak Asep, Agphin, Puput, dan Astri.

Acara ini bertempat di Hotel Purnama Putera, Jalan Raden Mustahar 119, Cipayung, Bogor. Dan diikuti oleh empat organisasi kesukuan/ etnis di Jakarta, yaitu: PERMALA (Persatuan Mahasiswa Lampung), Paguyuban Pasundan, KWKS (Kerukunan Warga Kalimantan Selatan), dan Matakin (Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia).

Terdapat empat sesi seminar pada acara ini. Pada hari pertama terdapat dua sesi. Sesi 1 Ceramah dan tanya jawab dengan topik Kebijakan Pemerintah Dalam Rangka Pemantapan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Guna Menumbuhkembangkan Keharmonisan Masyarakat Berbagai Suku/ Etnis di Provinsi DKI Jakarta, pembicaranya adalah Bapak A.R. Wetik, SIP.M.Sc (Widyaiswara Lemhanas RI). Sesi 2 Ceramah dan tanya jawab dengan topik Kesadaran Berbangsa dan Bernegara dianatara Tokoh Suku/ Etnis dalam Menunjang Pembangunan dan Mengatasi Masalah-Masalah Sosial di Provinsi DKI Jakarta, pembicara adalah Bapak Drs.Amarullah Asbah (Tokoh Etnis Betawi).

Pada hari kedua seminar dilanjutkan. Sesi 3 yaitu ceramah dan tanya jawab dengan topik implementasi Undang-Undang RI N0.40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan suku, pembicaranya adalah Ibu Nieke Masruchiyah, S.H. M.M (Konsultan Hukum dan HAM). Sesi 3 yaitu ceramah dan tanya jawab dengan topik multikultural dalam perspektif integrasi dan kemajuan bangsa, pembicara adalah Prof. Dr. Ahmad Fediyani (Pusat Analisis Jaringan Sosial).

Hal yang didapat dari acara ini adalah kita sebagai Bangsa Indonesia harus saling hidup rukun dan damai, meskipun berbeda suku/ etnis, agama, dan ras. Jangan sampai mendiskriminasikan suku/ etnis tertentu dan jangan sampai peristiwa Perang Bubat pada masa Majapahit terulang lagi.
Allah Subhana wa ta’ala telah berfirman: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS 49:13).

“Kita ada bukan untuk berbeda, tapi untuk saling mengenal”