Kaccil Jadi Hakim*

Suatu ketika ngedok ghagah tuha lapah beguluk liyu dipulah ulah haga sholat Jumat.
Di tengan pulan, ia tungga kumbaok kena pinja. Kumbaok kilu tulung jama ghagah jeno. Ulah lemot hati, ghagah tuha ina ngelupukko kumbok anjak pina. Ghupani seghadu kumbak jeno lupuk, ia lain beteghima kasih malah ngalau ghagah tuha sai nulungni. Ghagah tuha sai nulungni haga ditekopni. Peghistiwa ina diliak kaccil. Kaccil laju ngelulih kumbok.
“Ulah api niku haga nungkop ghagah tuha sai nulung niku?”, cawa kaccil. Kumbok laju beceghita.
“Mangi jelas, cuba peghaktikko gegoah api sai setemonni”, cawa kaccil.
Kumbok kughuk pinja luwot. Seghadu kumbok kughuk, kaccil cawa jama ghgah tuha jeno, “Gatta, lajuko lapahan puskam, mak peghlu nulung ulun sai mak pandai ngebalos budi. Niku kumbok, tunggu juga buah kelakuanmu!” cawa kaccil suwa ia lijung anjak san.

TERJEMAHAN BEBAS

Kancil Menjadi Hakim

Suatu ketika ada orang tua yang berjalan terburu-buru karena akan sholat Jumat.
Di tengah jalan, ia menemukan seekor harimau terkena jeratan. Harimau itu minta tolong kepada orang tua itu. Karena baik hati, orang tua itu melepaskan harimau dari jeratan. Rupanya setelah harimau itu lepas, ia tidak berterima kasih, kan tetapi malah mengancam orang tua yang menolongnya. Orang tua itu mau dimakannya. Peristiwa ini dilihat kancil. Kancil ingin menjebak Harimau.
“Mengapa kamu mau menangkap orang tua yang menolong kamu?”, kata kancil. Harimau lalu bercerita.
“Tidak jelas, coba praktekkan seperti apa yang sebenarnya”, kata kancil.
Harimau lalu masuk ke dalam jeratan. Setelah harimau masuk, kancil berkata kepada orang tua itu, “Sekarang lanjutkan perjalanan kamu, tidak perlu menolong orang yang tidak bias membalas budi. Kamu harimau, tunggu juga akibat kelakuanmu!”, kata kancil sambil pergi dari sana.

(*sebuah cerita rakyat Lampung berdasarkan fiksi yang mengandung makna budi pekerti)

Iklan

About blog mahasiswa lampung UNJ

merupakan perkumpulan mahasiswa Lampung Universitas Negeri Jakarta

Posted on Desember 3, 2009, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: