Sekura dan Tuping

Sebagian dari kita mungkin baru tahu kalau di dalam tradisi Lampung terdapat tradisi topeng. Masyarakat Lampung mengenal dua nama topeng Lampung, yaitu sekura atau sekuraan, dan tupping.

1. Sekura atau sekuraan

Sekura atau sekuraan berasal dari masyrakat Belalau Bukit Pesagi, Sekala Beghak dan suku Lampung Barat. Biasanya sekura atau sekuraan ditampilkan saat perayaan Hari Raya Idul Fitri dan perayaan khusus di Kota Agung, Tanggamus. Terdapat dua macam sekura atau sekuraan, yaitu:

a. Sekura Kamak

Sekura Kamak berfungsi untuk menghibur.
Ciri-ciri sekura kamak.
a. Pakaian yang dipakai dari bebulungan diikatkan di anggota badan.
b. Topengnya kotor.
c. Tingkahnya mengundang kelucuan pada penonton.
d. Yang memakai topeng adalah pemuda yang sudah menikah.

b. Sekura Kecah

Sekura kecah ialah sekura yang baik.
Ciri-cirinya:
a. Kostum yang dipakai bersih dan rapih.
b. Yang memakai adalah gadis.

Fungsi sekura ini ialah untuk meramaikan suasana dan megawal saudara-saudara.. Sekuraan ini merupakan pentas pencak silat, dan diiringi nyanyian bait-bait pantun Lampung juga diiringi dengan rebana/ tetabuhan. Pantun ini dilafalkan dan ditujukan oleh gadis-gadis yang menyaksikan pementasan itu. Banyaknya sekura tidak dibatasi.

2. Tupping

Tupping adalah tradisi topeng dari masyarakat Kuripan, Canti, Kesugihan Lampung Selatan. Topeng jenis ini bukan hanya untuk pertunjukkan saja. Tapi topeng ini memiliki muatan spiritual yang diwariskan dari masa Ratu Darah Putih. Banyaknya topeng ada 12 buah, tidak dapat lebih atau kurang. Topeng ini tidak dapat ditawak. Topeng yang banyaknya 12 ialah tawakan dari pengawal Radin Intan II.
Selain di Canti. Marga Ratu di Kuripan juga memiliki 12 tupping yang merupakan keturunan sebai (Ratu Ibu), sedangkan di Kuripan dari keturunan yang laki-laki (Ratu Darah Putih).
Di Canti, topeng ini hanya dipakai oleh bujang berumur 20 tahun, yang dipakai dalam keadaan setengah sadar . Tupping dari Canti memiliki nama di bawah ini:
Si Udin, Si Kucrok, Si Kuton, Si Atong, Si Kucrit, Si Komen, Si Konang, Si Kupir, Si Kucir, Tampur, Katra, dan Kabra.
Pemerintah Lampung sudah berusaha mengenalkan tradisi topeng ini dengan mengadakan acara, “Topeng Seribu Wajah” di Festival Krakatau setiao tahunnya. Hal ini dimaksudkan supaya budaya ini tetap lestari dan dapat dijadikan obyek wisata di Bumi Ruwa Jurai ini.

Iklan

About blog mahasiswa lampung UNJ

merupakan perkumpulan mahasiswa Lampung Universitas Negeri Jakarta

Posted on Januari 24, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Izin copas boleh gx?
    Nanti saya cantumkan sumbernya. blog yang bermanfaat. lanjutkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: