Teteduhan

Kalau dilihat dari judul di atas, mungkin para pembaca mengira penulis akan membahas tempat-tempat berteduh yang aman jika hujan deras. Bukan, bukan itu kawan. Teteduhan adalah sebutan teka-teki atau tebak-tebakan dalam bahasa lampung. Tidak hanya teteduhan, di daerah Kedonong teka-teki atau tebak-tebakan dikenal dengan istilah saganing, bahkan ada juga yang menyebutnya sakiman.
Memang, sejak zaman dahulu teka-teki atau tebak-tebakan sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia, khususnya para pemuda dan pemudi. Banyak penyebutan atau istilah lain dan di setiap daerah berbeda-beda. Oleh karena itu untuk mengefektifkan tulisan ini, penulis menggunakan istilah teteduhan
Dalam masyarakat Lampung, teteduhan berfungsi untuk:
1. Sebagai saran hiburan
2. Dapat meningkatkan silaturahmi
3. Sebagai sarana komunikasi
4. Dapat meningkatkan kretivitas
5. Menambah wawasan
6. Melestarikan budaya Lampung

Cara membuat teteduhan
1. Teteduhan tidak harus disampaikan dengan bernyanyi, bernyanyi merupakan salah satu contoh penyampaian teteduhan yang dapat menyenangkan hati.
2. Kata-katanya tidak dibatasi, yang penting sopan.
3. Kalimatnya juga tidak dibatasi, namun usahan singkat dan jelas.
4. Dapat diambil dari bahasa Indonesia lalu diubah ke bahasa Lampung
5. Gunakan kata-kata perumpamaan

Contoh teteduhan

Kukughuyuk-kukughuyuk
Ghena bunyini
Cukutni wat tekah
Binatang api gelaghni?

Behenap lain iwa
Betudung lain ghaja
Sapa sai dapok neduh
Api gelaghni sina?

Mengan sekali
Betongni butahun-tahun
Sapa sai dapok neduh
Api gelaghni sina?

Contoh Teteduhan Singkat:

1. Kabulu dabah datas, putangkop bangik nana (artinya: matou pedom)
2. Lapahni injing-injing, digok-digok mak cawa. Behulu mak becuping, api gelaghni (artinya: gasing)
3. Cepuput lain sujut, yow mejeng ngakeh-akeh. Lamen deniyow rebut yow macah-maceh (artinya: kuduk)
4. Sek kisek-kisek cir luwah wai andak (artinya: ngebasuh biyas)
5. Ngedok nap lain iwa, wat paying lain raja (artinya: buah nanas)
6. Sai dengak sai dideh, matow kelap kelip, cakak turun cakak turun (artinya: menggergaji)
7. Bebai tuhow ngayem lem way (artinyaL lakkut)
8. Mengan sekalei, betong betahun-tahun (artinya: lunan)
9. Lappeu pandai tambugh (artinya: kunang-kunang)
10. Ngemik galah, anying mak makko uleu (artinya: gudeu/ gudu/ botol)
11. Diarak lain majeu, bepayung lain rajo (artinya: jenazah dibatok makai keghanda)
12. Indulno dipusau-pusau, ankno diiyek-iyek (artinya: tangga)
13. Nganak menou mangi meteng (artinya: paghei/ paghi)
14. Jinnow now agheng. Munnei-kemunneian jadei andak (artinya: buwek/ buwok)
15. Ulai matei pandai ngudut (artinya: ubat nyinyik)

Iklan

About blog mahasiswa lampung UNJ

merupakan perkumpulan mahasiswa Lampung Universitas Negeri Jakarta

Posted on Februari 7, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Thanks sdah membntu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: