Asal Usul Orang Lampung (Part II)

Setelah tulisan yang lalu membahas Zaman Hindu Animisme, kali ini SIKAM LAMPUNG UNJ akan menyelesaikan tulisan mengenai Asal Usul Orang Lampung pada Zaman Islam dan Zaman Hindu Belanda. Silahkan dibaca:

ZAMAN ISLAM

Walaupun sudah sejak 651 M utusan Khalifah Usman bin Affan, yaitu Sayid Ibnu Abi Waqqas bertransmigrasi ke Kwang Chou di negeri Cina dan meskipun utusan Tulangbawang pernah datang ke negeri Cina dalam abad ke-7, namun rupanya orang-orang Lampung di kala itu belum memasuki agama Islam.

Islam diperkirakan memasuki daerah Lampung di sekitar abad ke-15, melalui tiga arah. Pertama dari arah barat (Minangkabau) memasuki dataran tinggi Belalau. Kedua daerah utara (Palembang), memasuki daerah Komering pada permulaan abad ke-15 (1443) di Palembang. Ketiga dari Banten oleh Fatahillah, Sunan Gunung Jati, memasuki daerah Labuhan Maringgai sekarang, yaitu di keratuan Pugung disekitar tahun 1525, sebelum direbutnya Sunda Kelapa (1526).

Dari perkawinan Fatahillah dengan putri Sinar Alam anak Ratu Pugung maka lahirlah Minak Kejala Ratu yang kemudian menjadi cikal bakal Keratuan Darah Putih yang menurunkan Raden Intan.
Dengan masuknya masyarakat adat Pugung ke agama Islam dan setelah itu dengan berdirinya keratuan di daerah putih sebagai tempat penyebaran Islam di daerah Lampung yang pertama, maka secara berangsur-angsur orang-orang Peminggir di pantai selatan memasuki agama Islam. Dalam rangka membangun Negara Islam dan melaksanakan dakwahnya, maka antara Ratu Putih dan Pangeran Sibangkingking (Maulana Hasanuddin) diadakan perjanjian yang terkenal sebagai Perjanjian Dalung Kuripan yang bunyinya sebagai berikut:

“Ratu darah putih linggih dating lampung, maka dating Pangeran Sibangkingking, maka mupakat, maka Wiraos sapa kang tua sapa kanga nom kita iki.
Maka pepatutan angadu wong anyata kakak tua kelayan anom. Maka mati wong Lampung dingin. Maka mati malih wong Banten ing buring ngongkon ning ngadu dateng pugung ini dijeroluang. Maka nyata anom ratu darah putih, Andika kang tua kaula kanga nom, andika ing Banten kaula ing Lampung.
Maka lami-lami ratu-ratu darah putih iku ing Banten malya kul Lampung. Anjeneng aken Pangeran Sebangkingking ngadekaken Ratu. Maka djaneningpun Susunan Sebangkingking. Maka ratu darah putih angaturaken Sawung galling. Maka mulih ing Lampung……

Selanjutnya Dalung Kuripan itu mengatakan:

Wadon Banten lamun dipaksa dening wong Lampung daring sukane, salerane, Lampung kena upat-upat wadon Lampung lamun dipaksa wong Banten daring sukane, salerane, atawa saenake bapakne, Banten kena upat-upat
Wong Banten ngangkon Lampung keduk susuk ngatawa mikul Banten kena upat-upat
Lampung ngangkon Banten keduk susuk, Lampung kenang upat-upat. Lamen ana musuh Banten, Banten pangerowa Lampung, tutburi. Lamen ana musuh Lampung, Lampung manyerowa Banten Tutwuri. Sawossi Djandji Lampung ngalak kak Padjadjaran, Dajuh Kekuningan, Kandang besi, Kedawung, Kang uba haruan, Parunkudjang. Kang anulis kang panji Pangeran Sebakingking wasta ratu mas lelan raji sengaji guling, wasta minak bay Taluk kang denpangan ati ning kebo. Serat tetelu, ing Banten Dalung, Ing Lampung saksi Dalung, Ing maningting serat kentjana.

Demikianlah setelah diketahui yang mana tua dan yang mana muda antara Ratu Darah Putih dan Maulana Hasanuddin, di mana Maulana Hasanuddin lah yang lebih tua, maka keduanya saling bermufakat bahwa Maulana Hasanuddin berkedudukan di Banten sedangkan Ratu Darah Putih berkedudukan di Lampung. Di antaranya disepakati pula bahwa jika ada wanita Banten yang akan dipaksa dengan orang Lampung bukan atas kemauannya, maka Lampung akan di upat-upat, sebaliknya jika wanita Lampung yang diperlakukan demikian, maka Banten akan di upat-upat.

Yang bersifat politik dalam Perjanjian Dalang Kuripan ini adalah, jika Banten menghadapi musuh, Lampung akan membantu, sebaliknya jika Lampung menghadapi musuh maka Banten akan membantu. Oleh karena musuh Banten di kala itu adalah Pajajaran, maka atas bantuan pasukan Lampung, Pajajaran itu dapat dikalahkan. Ketika Raden Intan menghadapi Belanda ia dibantu oleh pasukan-pasukan dari Banten.

Di masa Maulana Hasanuddin (1550 – 1570), orang-orang Abung belum ada yang melakukan seba ke Banten. Jika di antara pemuka-pemuka Abung ada yang beragama Islam atau mengaku beragama Islam, maka Islamnya bukan dari Banten. Sebagai contoh, Minak Sengaji suami dari Bolan yang diperkirakan hidup pada awal abad ke-16, telah beragama Islam yang nampaknya bukan dari zaman Banten, melainkan dari zaman Malaka yang menjadi pusat dakwah Islam dalam abad ke-15.

Ketika pemerintah Banten dibentuk oleh Sunan Gunung Jati (1530) dan dilanjutkan oleh Maulana Hasanuddin, orang-orang Abung belum ada yang seba ke Banten. Mereka masih tetap memepertahankan adat istiadatnya yang serba Hindu animisme. Kemudian sebagiamana diuraikan Broersma:

“Toen oenyai was overleden, onstonden twisten tusschen Bagindo’s kloinkinderen, waarop een in monging van den Sultan van Banten is gevoldgd”.

Setelah Unyai wafat terjadilah perselisihan pendapat antara cucu Minak Paduka Begeduh sehingga salah satu dari mereka bergabung mengikuti kekuasaan Banten. Kami berpendapat bahwa perselisihan ini ada hubungannya dengan peperangan antara Banten dan Palembang yang terjadi pada tahun 1596, diaman Maulana Muhammad dari Banten gugur dalam peperangan itu.

Menurut cerita rakyat kayu Agung, disana terdapat keturunan yang disebut keturunan “Abung Bung Mayang” yaitu keturunan Mukodum Muter dari Marga Abung, dan keturunan Raja Jungut Marga Aji Muaradua.

Yang berangkat seba ke Banten dari masyarakat adat Abung adalah Minak Semelesem, cucu dari Unyai (Minak Triou Disou). Ketika seba, ia memang sudah tua, oleh karena itu pendirian pepadun baru dilaksanakan kemudian oleh putranya, Minak Paduka, bertempat di ilir Way Kunang, yaitu di Bijang Penagan. Menurut perkiraan adat Pepadun Abung ini dibentuk sekitar abad ke-17, setidak-tidaknya sebelum berlangsungnya kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa (1651–1672).
Dibentuknya adat Pepadun ini berarti melaksanakan penerimaan ajaran Islam ke dalam masyarakat dan meninggalkan adat istiadat lama yang bersifat Hindu Animisme.
Namun karena kelemahan pemerintahan Belanda sejak kekuasaan Sultan Haji (1672 – 1687), dimana VOC diizinkan untuk membeli lada langsung dari para penyimbang kepala-kepala marga Lampung, serta sifat dakwah Islam yang berjalan lemah di daerah pedalaman, maka dalam pelaksanaan adat Pepadun sejak abad ke-18 dan seterusnya masih banyak dipertahankan tata cara zaman leluhurnya. Orang-orang VOC tidak mempunyai perhatian terhadap masyarakat dsn adat istiadat penduduk, karena yang penting bagi mereka hanyalah bagaimana mendapatkan hasil-hasil lada rakyat.

ZAMAN HINDU BELANDA

Pada tahun 1668 VOC mendirikan Petrus Albertus di Tulangbawang, sebagai tempat menampung hasil-hasil pembelian lada di daerah Lampung bagian utara. Benteng ini tidak lama dipertahankan karena sebagian besar orang-orang Abung tidak mau menjual hasil buminya. Maka pada tahun 1738 VOC menempatkan bentengnya “Valkenoong” di Bumiagung.

Dalam permulaan abad ke-18 kepala-kepala marga Lampung masih mengakui kedudukan penguasa Banten sebagai atasannya, tetapi kemudian mereka tidak diurus oleh Banten lagi, dengan demikian mereka mengatur dirinya sendiri terutama dalam menghadapi bahaya perompakan yang sering melanda daerah pedalaman. Dalam tahun 1779 VOC bubar dan pemerintahan Hindia Belanda tidak dapat mempengaruhi pemuka-pemuka adat di pantai selatan yang kebanyakan berpihak pada Inggris. Di antara tahun 1801 – 1805, sebatin-sebatin Bandar di daerah Semangka membuat perjanjian perdagangan lada dengan Inggris yang berkedudukan di Bengkulu.

Untuk menjinakkan hati orang-orang Lampung, pada tahun 1808 Daendels yang begitu kejam di Jawa malahan mengakui Raden Intan sebagai Prins Regent dengan pangkat kolonel untuk daerah Lampung. Sejak masa itu Raden Intan merasa bangga sebagai pimpinan orang Lampung di Keratuan Darah Putih. Pengakuan ini dilanjutkan di masa Rafles pada tahun 1812. Namun setelah Pemerintah Hindia Belanda menerima kembali pemerintahan dari Inggris pada tahun 1816 kekuasaan Raden Intan itu ternyata tidak diakuinya lagi. Oleh Belanda ia hanya dianggap sebagai pimpinan marga Ratu saja dan tidak berhak menjadi pimpinan masyarakat Lampung di daerah Pesisir.

Atas dasar itu maka terjadilah perang Lampung yang memakan waktu hampir 40 tahun. Di daerah pesisir Rajabasa (Kalianda), perang dipimpin oleh keturunan Raden Intan (1817 – 18 56), sedangkan di daerah pesisir semangka (Kotaagung) perang dipimpin oleh keturunan Magunang (1828 – 1856). Perlawananan rakyat pesisir ini pada mulanya dibantu dengan diam-diam oleh Inggris, tetapi kemudian mereka berjuang sendiri karena adanya tindakan Belanda yang kejam terhadap harta dan kehormatan mereka, di sana sini banyak yang habis dibakar.

Selama perlawanan rakyat Lampung di daerah pesisir selatan, Belanda kemudian berangsur-angsur berhasil menjinakkan pemuka-pemuka masyarakat adat pepadun, atas usaha Kapten J.A Du Bois, asisten Residen Menggala (1818) . Ia kemudian berhasil membentuk pemerintahan keresidenan Lampung yang pertama dan menjadi Residen denga ibukota keresidenan di Terbang Tinggi Besar (1829). J.A Du Bois mati dalam peperangan di daerah Keratuan Darah Putih pada tahun 1834.

Pada tahun 1856 perlawanan rakyat Lampung dapat dipadamkan dan pada tahun 1857 pemerintahan daerah ditetapkan Belanda berdasarkan susunan masyarakat adat setempat. Sejak masa ini, hukum adat pepadun mungkin berkembang dengan jiwa pi-il pesinggiri, yang anatara lain menganut azas-azas pokok sebagai berikut:

1. Pemerintahan adat dipimpin oleh anak tertua laki-laki sebagai punyimbang atas dasar kekerabatan bertali darah, kerukunan suku dan musyawarah pemuka adat (perwatin).

2. Anak punyimbang adalah waris pengganti ayahnya sebagai penerus keturunan dan penanggung jawab memegang semua harta peninggalan (hukum waris mayorat lelaki).

3. Perkawinan dilaksanakan dalam bentuk perkawinan dengan pembayaran jujur, dimana istri ikut dipihak suami dan tidak boleh terjadi perceraian.

4. Seluruh bidang tanah yang pernah dibuka oleh anggota kerabatadalah tanah-tanah yang dikuasai kebuwayan sebagai milik bersama. Tanah-tanah yang belum pernah dibuka adalah “tanah Tuhan”.

5. Setiap masalah diselesaikan dengan musyawarah dan mufakat kekerabatan atas dasar saling menghargai dan menjaga kehormatan kepunyimbangan masing-masing.

Pada tahun 1928 pemerintah Belanda menetapkan perubahan dari marga-marga geneologis-territorial menjadi marga-marga territorial-geneologis, dengan penetuan batas-batas daerah masing-masing. Setiap marga dipimpin oleh seorang kepala marga atas dasar pemilihan oleh dan dari punyimbang-punyimbang yang bersangkutan. Demikian pula, kepala-kepala kampung ditetapkan berdasarkan hasil pemilihan oleh dan dari para punyimbang.

Iklan

About blog mahasiswa lampung UNJ

merupakan perkumpulan mahasiswa Lampung Universitas Negeri Jakarta

Posted on April 24, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 79 Komentar.

  1. Sultan hasanuddin msh keturunan lampung. Dewi ratna sarkati dari lampung diambil permaisuri oleh prabu niskala wastu kencana (raja sunda-galuh/pajajaran) menurunkan prabu susuk tunggal.. Prabu susuk tgl menurunkan nyai centrik manik mayang sunda yg menikah dgn prabu siliwangi (cucu prabu niskala dr istri ke-2), lalu menurunkan prabu pajajaran dan adipati banten. Adipati banten punya anak 3.. Salah satu yg putri bernama nyai kawunganten adalah ibu sultan hasanuddin..

  2. a.taufikul hilmi

    raden intan memiliki anak berapa?klo ada yang tau tolong dikasih tau ya?

    • blog mahasiswa lampung UNJ

      Wah, kami belum tau, nanti kalau sudah tau, akan kami infokan. Terima kasih telah berkunjung…

    • Pahlawan raden intan II tidak memiliki keturunan, karna beliau gugur saat masih lajang,tahta keratuan darah putih jatuh ke DjAMIL Dalom kesuma ratu dia adalah putra dari Raden Bangsa kesuma ratu yg merupakan adik dari Raden imba kesuma ratu II (ayah pahlawan raden intan II)

  3. MASUKAN:

    Untuk menambah refrensi tentang sejarah lampung, dapat dicari di google dgn mengetik judul dibawah ini :

    “Transmigration and spontaneous migrations in Indonesia”

    Ditulis dalam 2 bahasa: belanda dan inggris.. Untuk memudahkan pembaca mengerti, ada baiknya Blog Mahasiswa Lampung UNJ dapat mentranlitnya ke dalam bahas indonesia agar dapat disajikan dalam blog ini..

  4. Puyang kami lanang akuan dr marga putih mempnyai ktrn di kalianda dan putihdoh.. Dlm buku belanda, ratu darah putih mempunyai hbgn keluarga dgn marga/buay putih di daerah kedondong dan pardasuka.. Jd apakah ratu darah putih msh ktrnan lanang akuan jg sy krg tahu.. Mohon jg ada yg th, tlg infonya..

  5. Puyang kami lanang akuan dr marga putih mempnyai ktrn di kalianda dan putihdoh.. Dlm buku belanda, ratu darah putih mempunyai hbgn keluarga dgn marga/buay putih di daerah kedondong dan pardasuka.. Jd apakah ratu darah putih ada hbgnnya puyang lanang akuan sy jg krg tahu.. Mohon klau ada yg th, tlg bagi infonya..

  6. Dalam buku belanda disebutkan = “..Ratu darah putih (meninting) memiliki 2 keturunan yang menempati di daerah lampung pesisir buay/marga putih di kedondong dan pardasuka, sedangkan Ratu melinting (Labuhan maringgai) memiliki 5 keturunan yang menempati daerah lampung pubian buay pemuka di pantai timur lampung, yang telah bercampur dengan pendatang dari bugis, sunda dan jawa..”

    Sedangkan yang kami tahu, kami di daerah kedondong dan pardasuka berasal dari keturunan marga putihdoh cukuhbalak yang melakukan perpindahan ke daerah pedalaman akibat letusan gunung krakatau tahun 1883. Sehingga di daerah kami dikenala nama “SEPUTIH” sebagai asal keturunan dari Cukuh Balak.

    Marga putih Cukuh Balak mempunyai 5 buay : Buay Semenguk Mikhadatu, Buay Semenguk TambaKukha, Buay Hulu Lutung (Komering), Buay Hulu Dalung (Sungkay) dan Buay Pemuka (Pubian). Keturunannya menyebar di pardasuka, kedondong, waylima, pampangan, teluk betung dan kalianda.

    Mohon jika ada info silsilah dari ratu darah putih, bisa diinformasikan di sini, terima kasih..

  7. Dulu saya dapat email dr teman di jawa, bahwa dulu didaerah putihdoh cukuhbalak berdiri sebuah kerajaan. Suatu masa org2 banten mau menguasainya, maka trjadi perselisihan, maka stlh itu trjd prdamaian dan org2 banten mengungsi kedaerah kedondong sktrnya menurunkan org lampung di kedondong.. Cerita ini membuat sy bingung tntg asal usul kami..

  8. Tetapi dalam silsilah, kami keturunan puyang IWATBATIN (penetop embokh dr sebatin kedaloman bandakh) putihdoh cukuhbalak.. Dan kisah tntg itu ada dibuku “iwatbatin yg berhati baja” yg ada di perpustakaan jakarta pusat.. Sy blm pernah baca buku itu, tetapi scra gris bsr pnyg kami punya sahabat yg bernama SANDAKHO dan kisah tntg macan putih dan elang berantai..

  9. Mohon maaf jika ada keturunan puyang IWATBATIN dan SANDAKHO dimanapun berada di lampung atau di jawa, mohon silaturahmi di email din19@plasa.com.. Trmksh..

  10. Marga Pertiwi, limau, putih(cukuh balak) di zaman keratuan masuk di wilayah keratuan mana, apakah keratuan semaka atau keratuan darah putih

  11. Sebagian keturunan marga putih ada di kalianda.. Kemungkinan bsr cukuhbalak masuk keratuan darah putih.. Hub. Marga badak dari buay sindi/mesindi kemungkinan trmsk bagian dr pasukan lampung cikoneng pak pekon (aji, bulan, mesindi,dll..). Adat istiadat di cukuh balak sangat kental pengaruh banten (islam) dibandingkan di semaka..

  12. Dari segi logat bahasa lampung, orang semaka lebih keras penuturannya dibanding orang cukuhbalak.. Semaka logatnya seperti krui dan pubian.. Cukuhbalak logatnya seperti ranau dan liwa.. Tetapi kalau adatnya dlm urutan gelar ada perbedaan dgn org di liwa yaitu: sultan/pangeran/dalom/batin (sebatin), baru raja, radin, minak, mas, kimas, dll.. Raja dibwh batin, ttp di liwa batin dibwh raja.. Mengenal suku kiri, suku kanan, gedung dan suku tanjakh..

  13. Dalam pakaian adat lampung cukuhbalak: topi pria berbentuk tajuk (bukan spt belalai di liwa), selendang pria/wanita selain songket, ada kain kuning, putih, dan batik (cempaka&..).. Ada tari kesekh (tari utk pengangktn sebatin) yg ditrkan bebrp muli dgn memakai selendang kain batik pelangi..

  14. Adat Cukuhbalak:Dari penggunaan payung, payung kuning dan putih dipasang dikanan kiri gerbgn masuk hlmn rumah sebatin beserta bndr umbul kuning putih.. Kalau dilihat spti adat bali.. Sdgnkn pyung merah digunakan utk memayungi sultan (kepala adat marga)..

  15. Di Daerah Pertiwi cukuh balak saya pernah mendapat cerita bahwa ada makam Tuan Wali Muhammad, siapakah beliau tsb, apakah penyebar agama yang datang ke Pertiwi cukuh Balak atau Penduduk asli dari pertwi.

  16. Menurut sejarah Ratu darah putih anak syarif hidayatullah (gunung jati), jd saudara satu bapak dr sultan hasanuddin.. Ktrnnya ada yg menetap di kalianda menurunkan radin intan, sdgkn keturunan yg lain mungkin ke daerah marga putih kedondong& pardasuka (pnybr islam di waylima&cukuhbalak)..

  17. Dari pnybrn islam dr keratuan darah putih dan mubaligh banten di daerah waylima -cukuhbalak, membuat adat lampung disini sangat kental dgn pngrh islam dibanding daerah adat lampung yg lain.. Byk masy. Lampung disini berketurunan dr banten dan wali2 dr jawa..

  18. Mengenai asal usul dr tuan wali muhammad, mungkin orang2 di pertiwi cukuhbalak lebih tahu.. Siapa dan drmn beliau berasal..

  19. Saya Sedang Menyelusuri informasi Keturunan : Ratu darah Putih/Minak Kejala Ratu dan Minak Kejala Biddin/Ratu Maringgai/Melinting

    Raden Intan I adalah putra Ratu darah Putih, adakah saudara laki laki raden intan yang lain yaitu sama sama keturunan ratu darah putih, karena dari sejarah ratu darah putih, hanya putra yang bernama raden intan I yang merupakan putra mahkota pewaris keratuan darah putih di kuripan kalianda yang di masukkan dalam silsilah keturunan sampai sekarang yang di ketahui masyarakat umum, untuk keturunan ratu darah putih yang lain(saudara saudara sekandung raden intan I saya belum mendapat datanya) apakah saudara mengetahui?

  20. Dalam buku “transmigration and spontaneous in indonesia” dari di google.Books.Com dlm bhs inggris+belanda.. Disebutkan”.. 2 keturunan ratu darah putih bertalian keluarga dgn lampung pesisir buay putih di daerah kedondong dan pardasuka”.. Tlg cari infonya..

  21. Untuk lampung pesisir buay/marga putih di pardasuka & kedondong berasal dari kebandaran putih unggak.. Ktrn : pangeran pardasuka, makhgi kesuma & sang liwat agung (yg jonjom ke banten).. Sbgian keturun putih unggak ada jg di pampangan way lima dlm kec. Gedung tataan..

  22. Tentang buay/marga putih di pardasuka dan kedondong, sama dgn asal sebatin kedaloman putihdoh (tp beda puyang) yaitu dari buay mikhadatu muara way tenumbang lampung barat.. Trmsk dlm ktrn buay semenguk/ paksi nyerupa sekala berak.. Apa Mungkin ktrn “SI JALANG TENUMBANG”, panglima paksi nyerupa? Apa mungkin bekas keratuan dibalaw krui sblm pindah ke wilyh tanjung karang..?

  23. Keturunan paksi buay nyerupa di lampung: putihdoh cukuhbalak, kelumbayan, sabumenanga padang cermin, canggu kalianda, benawang+negeri batin kota agung, ulu krui, sukau liwa, buay nyerupa abung, pakuwan ratu way kanan, warganegara menggala, komering putih/agung bandar seputih, dll..

  24. ada makam Ratu darah Putih Melinting Di Desa maringgai labuhan Maringgai Dan Ada Juga Makam Ratu Darah Putih di kalianda, Mengapa ada 2 Makam Ratu darah Putih yaitu di Labuhan Maringga dan Kalianda.

  25. keturunan saya berasal dari Pertiwi (cukuh Balak), namun bukan dari keturunan asli pertiwi/keturunan dari putra putri bangsawan skala berak/lemasa kepampang , karena silsilah ke 5 diatas saya dari
    garis laki laki/ayah, informasi dari paman/Alak saya moyang saya kabarnya berasal dari melayu (tdk tahu melayu daerah mana) yang masuk ke pertiwi sekitar tahun 1830 M dan menikah dengan wanita lampung pertiwi di desa kejadian lom, saya juga sedang mencari asal usul kakek moyang saya tersebut, rencana saya akan silaturahmi ke tetua kampung di pertiwi.
    Saya belum pernah ke pertiwi karena seluruh kerabat dari generasi ke 3 diatas saya sudah pindah ke Limau desa padang Ratu. jadi seluruh kerabat sekarang ada di desa padang ratu Limau cukuh balak,

    apakah ada pendatang pendatang dari melayu di cukuh balak yang datang untuk penyebar agama pada saat itu?

  26. Makam di labuhan maringgai : ratu melintik (minak kejala bidin).. Makam di penengahan kalianda : ratu darah putih (minak kejala ratu)..

    • Apakah Ratu Melintik/Minak Kejala Bidin adalah saudara sekandung Ratu Darah putih/Minak kejala Ratu?

      bila beliau berdua saudara sekandung berarti Beliau berdua adalah keturunan Syarif Hidayatulloh?

  27. Pada abad 19 (1800-an), di lampung (khususnya daerah pesisir) sudah ada pendatang dari semende, pasemah, komering, melayu lingga, bugis dan banten.. mungkin anda keturunan melayu lingga (melayu pesisir riau)..?!

    • Apakah ada informasi teman atau rekan rekan saudara dari cukuh balak yang sejarah leluhurnya merupakan pendatang dari Melayu Lingga ? Menurut analisa saya kakek moyang saya tersebut tdk mungkin datang sendiri ke pertiwi, ada teman teman yang lain yang datang ke daerah pantai Di Cukuh Balak (Putih, Limau, Pertiwi, badak dll ),tapi belum tahu teman teman serombongan tersebut, yang tentu sekarang menjadi leluhur bagi anak anak keturunannya di sana, dan sejarah leluhur mereka adalah pendatang yang berada di cukuh balak (Sama halnya dengan saya)

  28. Bapak dari buyut perempuan saya berasal dr palembang (komering minanga).. Yg dtg ke daerah kedondong sbg pedagang bersama rombongannya, dan menikah dgn org lampung disini.. Kira2 th 1880an.. Apa ada hubgnnya.?!

  29. saya belum banyak mengetahui asal kakek moyang tersebut namun Bila di lihat dari Nama depannya adalah Malim, menurut orang orang Malim merupakan nama / gelar untuk ulama ulama melayu pesisir pantai zaman dahulu, baik pesisir pantai Melayu ( Bengkulu, lingga Riau, Aceh,Minang ) namun berbeda dengan Gelar ulama adat Minang Yaitu Malin bukan Malim.

  30. Biasanya pendatang dr sumatera ke lampung thn 1800-an beraktifts sbg pedagang.. Kecuali pendatang dari banten, bnyk sbg ulama yg membantu prjngn radin intan melawan belanda di kawasan pesisir selatan lampung..

    • betu sekali…orang2 banten yg datang ke lampung tujuan utamanya adalah menyebarkan agama islam

      • anda kurang memahami sejarah lampung klo anda mengiyakan pendapat bahwa banten ke lampung untk menyebarkan islam,,,tolong di pelajari lagi sejarah lampung supaya tidak menyesatkan yang lain

      • blog mahasiswa lampung UNJ

        terimakasih sarannya. Kami hanya menulis ulang dari suatu sumber. Jika ada sumber lain yang mengatakan lain, silahkan dishare untuk berbagi wawasan.

  31. Ada yg tahu hubungan marga putih cukuhbalak dengan kesultanan palembang zaman (ARYA DILLAH) dalam perang memperebutkan pulau tabuan di teluk semaka?

  32. hal ini sangat berguna sekali..apa sekiranya ada paguyuban untuk mengupas sejarah lampung kita terutama marga putih..karena bahan sejarah untuk ini sangat sedikit sekali

  33. Sejarah lampung banyak yg msh misteri.. Krn jika kita bisa mengungkap siapa sbnrnya buay tumi dan krjaan sekala berak kuno, maka kita akan tahu jg sejarah sriwijaya, pajajaran dan majapahit..

  34. ikut nyimak sambil manggut2..

    • Saya hanya menegaskan kepa semua yang ada di sini bahwa Fatahillah dan Syarif hidayatullah(Sunan Gunung Jati) adalah orang yang berbeda, fatahillah adalah menantu dari Sunan Gunung jati dari dengan jandanya Pati Unus Sultan DemakII, makam merekapun masing2 terpisah di Cirebon.. sejarah ini di gelapkan oleh orientalis2 barat, dari dari silsilah Data yang saya Peroleh memang ada hubungan kekerabatan antara Rd Fatahillah dan Snn Gng jati, Sunan Gunung jati(syarif Hidayatullah) bin Syarif Abdullah Umdatuddin bin ‘Ali Nurul ‘Alam bin Syeh Jumadil Kubro.. dan Fatahilah alias Ratu bagus pasai atau Fadlullah Khan bin Sayyid Ibrahim bin Abdul Ghafur bin Barakat Zainul ‘Alam bin Syeh Jumadil Kubro..

  35. Klau tidak salah Ktrn syekh jumadil qubro ada 3 putra: pertama di mesir mnrnkn sunan gunung jati, kedua di gujarat mnrnkn fatahillah, ketiga di champa mnrnkn syekh maulana ishaq, sunan ampel,dll.

  36. Memang benar fatahillah menantu dr sunan gunung jati. Sdgk sunan gunung jati menantu dr penguasa cirebon, dan penguasa banten (adik prabu pajajaran surawisesa yg ada ktrn lampung_ ratnasarkati).

  37. saya rasa tdak perlu di pedebatkan lagi sudah jelas sekali,,,,dan lampung tu pada dasar nya sama,,tu pembagian tu hanya untu memudah kan peneliti.dan sudah jelas bukti kongkrit tentang lampung tu di miliki oleh pak si pak sekala berak baik dari bukri secara akademis dan bukti secara historis dan itu dapat di pertanggungjawab kan

    • Justru anda yg tidak tahu sejarah lampung… Coba jelaskan asal usul BUAY TUMI Ratu Sekerumong itu yg katanya penyembah pohon belasa kepampang??? Putri Bulan Indrawati, putri dari siapa beliau? Mengapa ada nama Jalan Umpu Semenguk di Belalau?? Mengapa ada kaitan Benawang dgn Nyerupa??? Mengapa kata orang pepadun Buay Kanyangan itu beda dgn Buay Pernong?? Apa kaitannya Ratu Darah Putih dgn Ratu Menangsih, Naga Bekhesang Marga Dantaran serta kaitannya dgn Belalau??? Mengapa di Buay Jalan diway ada nama Kun Tunggal dan Naga Berisang & Rakihan Sakti??? Tahukah anda Budaya Namong dan apa kaitannya dgn pemberian gelar pada nama puyang2 lampung, mengapa gelarnya sama??? Coba anda jelaskan jika benar Paksi Pak adalah cikal bakal seluruh orang Lampung???

  38. saya adalah salah satu orang keturunan marga dantaran penengahan lampung
    sedikit merilis tentang siapakah Radin intan yang sebenarnya????? menurut buyut saya dan almarhum kakek saya Radin intan I TIDAK ADA HUBUNGAN Dengan Radin intan II. Radin intan II hanyalah pendatang yang dari daerah lain di lampung. padang saat perang melawan belanda Radin intan I dibuang ke sulawesi tepatnya di manado dan di sana ada makamnya dengan nama Raja Lampung.

    • blog mahasiswa lampung UNJ

      Informasi yang sangat bermanfaat sekali. Mungkin bisa ditambahkan dengan buku atau sumber lain yang memperkuat informasi ini 🙂

    • Kpd saudara itang:
      Apakah staement anda bisa dipertanggung jawabkan?
      Kami menunggu diadakan duduk bersama untuk membahas argumen anda.

      Jika bicara masalah sejarah, maka harus sesuai apa ada nya, tidak di kurangi, dibubuhi, bahkan dihilangkan.
      Dan didasarkan oleh bukti-bukti yg kuat.
      Jangan asal mengeluarkan pendapat tanpa ada nya bukti, itu hanya membuat kita terlihat Nol besar.

      Tentang Ratu Darah Putih atau Muhammad Aji Zaka, beliau bukan lah keturunan dari sekala bekhak, way lima, putih doh dll.
      Beliau merupakan putra dari Syarif Hidayatullah dgn Putri Sinar Alam (pugung)

      Beliau bersaudara satu bapak dengan Minak Gejala Bidin (Ratu melinting) dan Pangeran Sabakiking Banten.

      Jadi daerah yg ada keterkaitan darah dengan Keratuan Darah putih adalah:
      Keratuan Melinting, Kesultanan Banten,
      Bukti terdapat pada Dalung di KURIPAN, Serat Kencana di Melinting, dan Dalung di Banten.

  39. assl,wr wb,maaf saya ingin mengetahui selok belok marga anak tuha yang ada di kec.padangratu lampung tengah dan kenapa marga ini tak pernah disebutkan dalam sejarah mohon penjelasannya trimakasih.

    • kalau mau tahu lebih lanjut,, saya masih ada hubungan darah dengan raden intan,, saya punya silsilah keluarga saya dari zaman Raja Alam Culanaga(raja krui)… Dengan ke 4 istrinya…

      • buay pematu waylima

        Raja Culanaga keturunan Lamia Ralang… Lamia Ralang keturunan Pangeran Jaya Lelana bin Sunan Gunung Jati… Di marga waylima ada keturunan dari salah satu putra Raja Alam Menyiok Lungkung (buay pematu) yang menjadi mantu saibatin bandakh putihdoh… keturunannya sekarang ada di desa kota jawa kedondong (buay pematu penggawa lima krui) bawahan Bandakh Seputih (Marga Putih Cukuhbalak)… Keturunan Raja Alam Menyiok Lungkung yang ada di Pedada Penggawa Lima Krui diantaranya bernama Radin Intan & Radin Tuan Jawa…

      • tabik pun…..
        ajo sikam keluarga besar buay pematu anak cucung dari radin tuan jawa / raja balang sisa…di penengahan waylima…..
        minta pencerahan

      • Saya jg dr keturunan radin tuan jawa atau balang sisa dr marga Way Lima. Saya di Desa Mada Jaya dan Desa Penengahan Kec. Way Khilau (Pecahan Kedondong) Kab. Pesawaran. Salam satu keturunan.

  40. Kalo mau tau tentang Ratu darah putih dan keturunan nya, silahkan datang ke desa kuripan Lampung selatan.. dalam sejarah yg ditulis belanda pun menyebutkan desa itu sbg pusat keratuan darah putih dan tempat kelahiran Raden imba dan Raden intan kesuma ratu. Jadi kenapa masih bingung mau cari info atau narasumber dimana.
    Kalo mau tau ttg Ratu darah putih beserta keturunan nya, datang saja ke desa kuripan lampung selatan, dalam sejarsh yg ditulis belanda kan menyebutkan bahwa pusat kerstuan darah putih berada disana, bukti sejarah sperti makam, benda pusaka, topeng, benteng, perjanjian dll ada di Lamban Balak Keratuan,. Temui bapak Dalom kesuma ratu IV (Raden intan IV)

    • Tambahan adinda Yogha Aji Dzaka dalam pembuktian sejarah tentang asal muasal keratuan dilampung dapat dilihat dan dipelajari dari berbagai sisi sejarah baik sejarah yang beredar dari masyarakat terdahulu, dari catatan sejarah di keratuan dan pemerintah ( Pernah dibentuk Tim untuk berangkat ke belanda untuk mencari jejak sejarah Radin Intan) serta referensi dari catatan belanda,
      Di Desa kuripan Kalianda lampung selatan juga terdapat catatan dan buku peninggalan sejarah yang telah diteliti dan diakui kebenarannya salah satunya yg disebutkan adinda Yogha (Perjanjian Dalung Kuripan, Kuntara raja niti dan lainya),

  41. Wah hebat, berarti lampung ada hubungan dg aceh, pangeran fatahillah adalah panglima perang kerajaan pasai aceh, yg dkrim untk merebut sunda kelapa dari tangan portugis, tq, slm prkenalan.

  42. semoga menjadi sejarah yg baku,dan tdk di robah2 lg,karena kepentingan pribadi atau pun lain nya..

  43. Mas Ngekhujung VII

    main Ke Pesisir Lampung, Ke gunung Pesagi atawa pesisir Badak. semua ada, asal usul Way Lima, Kedondong, semua ada, nanti bisa terjawab semua….

  44. asal usul jelma lampung jak nabi adam

  45. wah..wah..info sejarah yg menarik.trim,atas uraian2 yg sangat menyentuh … Ini,menyimpulkan ,kalau dulu,Lampung disejajarkan dg Kesultanan Banten,melalui perwakilan Keratuan Darah Putih. Lampung,. Bukan dari kemargaan Sekali Birak, seperti yg sering diagul agul kan,…

  46. Diandri Kusumah Agus

    Alhamdulillah…
    Semoga dengan semangat NKRI, para pemerhati sejarah suku dari jawa barat, lampung, dan sumatera semakin pintar dalam menyikapi dan pemahaman tentang nenek moyangnya.. Aamiin ❤

  47. Binti Fadilah Arfi

    assalamu’alaiku..
    salam kenal, saya Binti Fadilah Arfi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam, kebetulan sekarang saya sedang penelitian tentang sejarah Lampung..
    judul penelitian saya “Perlawanan Keratua Islam Darah Putih terhadap Kolonialisme Belanda di Lampung tahu 1850-1856, tokoh yang saya ambil ada dua yaitu Radin Intan II dan gurunya Haji Wakhia..
    kalau ada teman-teman yang punya info buku atau sumber naskah dan lainnya harap di share yah..
    terutama yang berkenaan dengan arsip tetang perjanjian Lampung dengan Belanda, tu antara Lampung dan Banten..
    mohon bantuannya, bisa saling share ke email saya “dila.bifa@gmail.com
    sebelum dan sesudahnya teriimakasih..
    wassalam

  48. Tolong semua ini di abadikan dan di ajarkan di sekolah2 yg ada di lmpung agar semua bisa tau sejarah tanah tmpat mereka berdiri.

  49. Di daerah kalianda ada tubagus sapid apakah ada yang tau sejarah detailnya… karna saya lagi mencari asal usul karena kurang referensi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: