Monthly Archives: Oktober 2010

Musyawarah Akbar dan Syukuran Ulang Tahun SIKAM Lampung UNJ Kedua

Pagi itu langit Jakarta tampak biru meskipun baru turun hujan, birunya langit itu sebiru hati kami (baca: ceria) karena hari ini, 30 Oktober 2010 kami akan mengadakan Musyawarah Akbar sekaligus merayakan Ulang Tahun SIKAM Lampung UNJ yang kedua. Musyawarah kami tak seformal anggota dewan dan juga tak sebebas anak jalanan. Musyawarah dan perayaan Ulang Tahun ini kami adakan secara sederhana di Taman Monas.

Janjian di Halte Busway UNJ pukul 08.00 WIB apa daya akhirnya kami pun tetap ngaret, hehe…Berangkat dari Halte Busway UNJ sekitar pukul 09.15 dan itu pun kami bagi menjadi tiga kloter. Setelah berjibaku dengan sumpeknya Bus Trans Jakarta akhirnya kami berkumpul di Balai Kota dan kami segera mencari tempat yang teduh untuk menggelar tikar.

Langit yang tadinya biru perlahan berubah menjadi keabu-abuan disertai turun rintik-rintik hujan, tak ayal akhirnya kami berinisiatif untuk menggelar tikar di bawah cawan Monas. Kawan, tahukah Anda berapa luas area Monas??? Sudah dapat ditebak, kami kelelahan. Peluh sudah bercucuran, asam laktat di otot kami mulai menggumpal, akhirnya kami tetapkan untuk menggelar tikar di bawah pohon Kelapa dengan background Monas yang terlihat jelas sekali.

Acara dimulai secara formal dengan dipandu oleh MC, Ambar. Pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Quran, sambutan-sambutan, dan acara inti yaitu musyawarah untuk menentukan Ketua SIKAM Lampung UNJ periode 2010 – 2011. Calonnya adalah Rian dan Yusuf. Akan tetapi Yusuf tidak hadir karena ada agenda yang tak dapat ditinggalkannya. Akhirnya kami bersepakat untuk tetap memberikan kesempatan kepada Yusuf untuk menyampaikan visi dan misinya via telepon. Dimulai oleh Rian yang menyampaikan visi dan misinya setelah itu tanya jawab, kemudian dilanjutkan oleh Yusuf.

Musyawarah dimulai, suasana tampak alot, banyak masukan dan pertimbangan dari teman-teman. Kelebihan dan kekurangan dari para calon dipaparkan. Baik dan buruknya, plus dan minusnya, dan positif maupun negatifnya….hehe. Suasana berubah menjadi agak tegang. Teman-teman sudah mahfum bahwa peristiwa ini sakral dan tak bisa dilakukan dengan main-main. Setengah jam lebih kami bermusyawarah, akhirnya dengan memohon rahmat dan ridho Alloh Subhana wa ta’ala, setelah menimbang dan seterusnya, kami tetapkan bahwa ketua SIKAM Lampung UNJ periode 2010 – 2011 adalah saudara Rian…dan ditemani oleh wakilnya saudara Yusuf.

Kami semua berharap agar SIKAM Lampung UNJ menjadi lebih solid, lebih eksis, lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih dari segala hal dari tahun-tahun sebelumnya, amin..

Setelah sholat Dzuhur kami melanjutkan acara berikutnya, yaitu Syukuran Ulang Tahun SIKAM Lampung UNJ yang kedua, kue blackforest yang sangat menggoda selera mencairkan suasana kami, kue bulat dengan diameter kurang lebih 20 cm itu kami bagi menjadi 25 sama banyak, hehe..potongan kue pertama khusus untuk Kak Asep, beliau lah yang kakak kami yang jasanya luar biasa, membantu kami saat pembentukan SIKAM Lampung UNJ dua tahun yang lalu.

Oya, ada yang kelupaan….Setelah acara serah terima jabatan dari ketua sebelumnya, Agphin ke ketua yang baru, Rian….ternyata teman-teman 2008 memberikan kejutan/ surprise kepada saudara Agphin, sebuah kado cantik yang isinya…..adalah hal yang sangat diidam-idamkan oleh Agphin, rezeki memang gak kemana ya, phin….hehe…Alhamdulillah..

Acara pun selesai, karena sebagian dari kami mau menonton PERSIJA VS PERSIB…dan tak lupa acara ini kami dokumentasikan, hehe,,,,narsis deh.

Ini kue nya lohhh…

Ini belum seberapa, ada yg lebih gokil..hehe

Untuk sementara baru ini ya, kawan…

Sumpah Pemuda, Sumpahnya Pemuda Masa Lalu?

Setiap kita memasuki Bulan Oktober ada rasa yang berbeda, rasa ini hampir sama ketika kita memasuki Bulan Agustus. Ya, rasa nasionalisme. Hari ini tepat 82 tahun yang lalu, 28 Oktber 1928 beberapa pemuda dengan semangat nasionalisme yang tinggi mengikrarkan sumpahnya.

SUMPAH PEMUDA

Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada sebuah kertas ketika Mr. Sunario, sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.

Mereka adalah pemuda-pemuda yang luar biasa, Yang dengan keyakinan dan kebulatan tekadnya mempersatukan bangsa ini. Mereka tidak rela kehidupan bangsanya tercabik-cabik akibat konflik primordial.
Merak bersatu dalam sebuah forum untuk merajut tali pengikat guna meredam potensi terjadinya konflik.

Kini, 82 tahun sudah berlalu. Ada banyak pemuda zaman sekarang yang hafal pun tidak dengan isi Sumpah Pemuda tersebut, apalagi memiliki semangat seperti M. Yamin dan kawan-kawan. Hmmm….nasibnya mungkin setali tiga uang dengan isi Pancasila. Sungguh Tragis…

Perjuangan para pemuda, khususnya dalam mencetuskan Sumpah Pemuda, jangan hanya melalui dihargai sebuah monumen.

Ayo Para Pemuda Indonesia bangkit!!!!!!

Lampung Masuk Sembilan Provinsi Terkorup

Menyedihkan, padahal baru berapa jam di Lampung sudah membaca berita dengan judul seperti judul artikel ini. Provinsi tercinta ini masuk sembilan provinsi terkotup. Tragis!. Jelas saja masih banyak permasalahan provinsi ini yang belum terselesaikan, hm….contohnya saja, jika kawan sempat pulang ke Lampung perhatikan kondisi jalannya. Rusak berat, parah. Jangankan di kabupaten di Kota Bandar Lampung pun setali tiga uang.

Oke, kembali ke permasalahan awal. Lampung dengan segala sumber daya alam dan sumber daya manusianya yang banyak dimanfaatkan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. Akhirnya masuklah ia ke sepuluh besar provinsi terkorup di Indonesia. Lampung menduduki peringkat kedua dari bawah alias peringkat sembilan.

Berdasarkan penilitian KPK terhadap sejumlah instansi vertikal di Lampung selama empat tahu. Indikasi korupsi terutama pada sektor pelayanan publik (sudah menjhadi rahasia umum ya…hehe). Instansi-instansi itu antara lain:

BPN (Badan Pertanahan Nasional) Provinsi Lampung
KPK mendapati orang luar bebas masuk ke ruang Tata Usaha dan menyelkipkan uang dalam pengurusan sertifikat tanah.

Disdukcapil (Aneh bener singkatannya ya…Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil) Provinsi Lampung dan Kantor Imigrasi
Tidak memiliki loket pelayanan pembayaran, pembayaran administrasi biasa dilakukan di luar,,,,,ckckc..parah ye.
Selain itu, ditemukan belum adanya sistem yang baku serta loket pada Kantor Perizinan Terpadu. Temuan lainnya, pungutan liar di Samsat dan Polresta Bandar Lampung.

Dinas Perhubungan Provinsi Lampung juga melakukan pembulatan sejumlah pembayaran dalam pengurusan izin tertentu.
Jadi kalo misalnya bayar Rp 299.000 dibulatkan menjadi Rp 300.000. Ya kalo 0 nya 3 sih masih kecil cuma Rp 1000, kalo 0 nya 6 kan gede tu duit…ckckck.

Indikasi korupsi juga ditemukan pada pihak ketiga atau calo. Seperti dalam pengurusan jasa pada biro-biro di Pemprov Lampung. Terungkap, calo ‘membantu’ menguruskan perizinan karena warga ingin praktis…..ya iyalah kita kan sebagai warga pengennya praktis, lha ini ngurus KTP aja bolak balik, capek buuu….

Hm…bagaimana dengan provinsi yang lain??? kasih tau gak ya…ngapain ngurusin yag lain? benahi dulu provinsi ini!!!

Sebagai langkah awal, KPK bersama Pemprov Lampung kemarin (27 Oktober 2010) menggelar Seminar Pemberantasan Korupsi melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik di Ballroom Hotel Novotel. Pesertanya semua bupati/ walikota, ormas, dan berbagai elemen masyarakat.

Ya, mudah-mudahan saja KPK terus dapat menekan angka korupsi di provinsi pada khususnya dan di negeri umumnya. Kita sebagai masyarakat juga harus mendukung pemberantasan korupsi. Jangan sampai kita teriak-teriak BERANTAS KORUPSI tau nya kita sendiri KORUPSI SECARA TAK SADAR.
Hati-hati, kawan!

Jakarta, 10-10-2010

Jakarta , 10-10-2010

Hari itu sangatlah mencairkan, abu pun tak berkutip, rapat sikamala untuk menetukan regenerasi kepengurusan pun dimulai. Tampak pagi buta, sang ketua dan para pioneer angkatan 2008 telah lebih dulu berada di ruangan sidang, ruang sidang sikamala tak seapik Gedung Paripurna dan tak semegah Gedung Putih, melainkan tempat sidang dan musyawarah sikamala berada seperti biasa, di selasaran Masjid Alumni, di bawah atap datar yang bahannya terbuat dari PVC cukup membuat para anggota musyawarah sikamala kegerahan, tapi mereka tak terlihat seperti itu.

Justru sebaliknya, antusias dari para anggota sikamala pun sangat terlihat kemauan dan keseriusan mereka. Harusnya hari itu telah tersebutkan nama pengurus sikamala yang baru, namun beberapa angkatan 2009 belum selengkapnya hadir. Sungguh naas, tapi bukan sikamala namanya kalau tidak bisa menyelasaikan masalah, telisik demi telisik debat sengketa, harapan dan kemauan seru sedan memupuk rasa kesatuan sikamala. Sikamala terbentuk bukan hanya karena mereka berasal dari Provinsi Lampung, melainkan juga karena adanya kemauan yang konkrit dan kebrutalan positif dalam memandang Indonesia yang lebih maju.
Sikamala bukan hanya sebuah akronim lepas pantai begitu saja dilihat, tapi sikamala adalah lautan yang menjangkau dan menyatukan seluruh pulau, negara, bahkan benua, memang terkesan lebai namun harus disadari dan dicamkan oleh para anggota dan pengurus sikamala, sekali lagi sikamala bukan lah sebuah kata biasa, sikamala adalah hati kita, jiwa dari perkumpulan mahasiswa Lampung. Demi mu Lampungku, padamu baktiku, untukmu Indonesiaku.

Kehadiran dari “The special 21” (anggota sikamala yang hadir saat itu) hari itu merupakan tonggak awal bersejarah sikamala yang baru, akankah redup dan mati? ataukah semakin eksis namun tidak lebai plis. Itu akan dibuktikan pada hari dimana akan diserahkan tonggak kepemimpinan dan kepengurusan sikamala yang baru, kala itu turut hadir pula anggota ubamala yang merupakan adik kandung dari ketua sikamala yang juga diangkat menjadi anggota kehormatan sikamala secara sepihak oleh dirinya sendiri, tragissss.

Adapun dari the special 21 dan kesan-kesannya adalah :
M. Agphin Ramadhan Seru !!
Muhammad Iqbal Sekarang kita sikamala bukan lagi berbeda
Rizki Gokil Dech !
Cahyo Putro Ke IBF yuk !
Erik Sutanto Ngakak ada Ridho.. Ha Ha..!
Arman Ranala Panas
M. Ridho Akbar Excelent..
Amel Lillah
Ade Mariana Gokil!!tapi makanannya kurang. 
Dwi Pratami Yo’i lah
Fatwiasih alhumaira yoalah mamen!!
Annisa Herlida Sari Hidup !!!
Harryani Yulia Recek bgt MC nya
Sofiana Millati Lapeeer !! ayo ke IBF
Rizky Ramadhani S Laper Panas !!
Astri Megawati Hari ini Gokil
Resilawati ….. ????
M. Sahid Sundana Ganbatte !
Yusuf F.A. Yamette leu dasai !
Novandani Wahyu J Creative
Tri Muliyasih Entschludigung, ich bin zu spat
*ket. Jika ada kekurangan dan kesalahan penulisan nama, silahkan kirim kebagian editor sikamala.

Adapun kesimpulan yang bisa ditarik pada pertemuan sikamala saat itu adalah:
1.Regenerasi dari kepengurusan SIkamala akan dilaskanakan pada tgl 30-10-2010 di taman Monas berangkat pukul 08.00 am di halte busway UNJ. Dan acara ini di create langsung oleh teman-teman 2009.
2.Telah tersebutkan untuk menkordinir tiap angkatan dipilih setiap kordinir masing-masing
Angkatan 2008 koordinator : M. Agphin Ramadhan
Angkatan 2009 koordinator : Yusuf Fauzi Akhsani dan Fatwiasih alhumaira
Angkatan 2010 koordinator : Muhammad Iqbal dan Abdurrahman Ranala
3.

yang nulis : M. Ridho Akbar

Catatan Akhir Ketua SIKAM Lampung UNJ I

Teringat dua tahun lalu ketika aku pertama kali menginjakkan kaki di kota ini, teringat dua tahun lalu ketika aku pertama kali melihat sebuah tugu besar dengan lambang tiga api ditengah dan dibawahnya tertulis UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

Tak ada yang ku kenal di sini, semua terasa asing, hingga pada suatu siang saat mengantri untuk mendaftar ulang aku bertemu dengan seorang sahabat, panggil saja ia Adi alias Wira. Ia dari Pringsewu, berarti satu provinsi dengan ku, senang sekali bertemu dengan teman satu daerah, ibarat bertemu dengan orang Indonesia di luar negeri.

Takdir mempersatukan aku dan Adi, kami satu kos-kosan, bahkan satu kamar. Ia memberi tahu ku bahwa beberapa temannya yang dari Pringsewu juga ada di sini dan kuliah di UNJ. Aku semakin senang.

Bahkan yang lebih membuatku senang ketika aku berkenalan dengan seorang yang “aneh”. Ia hanya duduk-duduk saja di depan BAAK, hanya melihat kesibukan mahasiswa baru yang sedang daftar ulang. Tampangnya cukup bersahabat.
“Mahasiswa sini juga, mas?, tanya ku.
“Ya”, jawabnya singkat.
“Dari daerah mana?”
“Metro”

Aku terkejut mendengarnya, berarti ia dari Lampung juga, setelah percapan singkat itu aku semakin akrab dengannya, oya aku perkenalkan teman ku yang satu ini, namanya Dea, dia bukan perempuan, dia laki-laki tulen.

Takdir pula yang menentukan Aku, Adi, dan Dea tinggal satu kosan.

Suatu malam, Adi temanku satu kamar melontarkan ide agar dibentuk suatu wadah perkumpulan mahasiswa Lampung di UNJ, hmmmm bagus juga pikirku.
Esoknya aku diperkenalkan dengan Uli, anak FIS satu angkatan denganku.

Waktu terus berputar, sampai pada akhirnya kami benar-benar bersepakat untuk membentuk suatu wadah perkumpulan mahasiswa Lampung di UNJ, SIKAM Lampung UNJ, berdiri pada tanggal 18 Oktober 2008.

Banyak suka dan duka yang ku alami selama diamanahkan menjadi ketua SIKAM Lampung UNJ, tak perlu ku ungkapkan di sini, yang terpenting adalah selama dua tahun keberadaan SIKAM Lampung UNJ ada banyak manfaat yang aku dan teman-teman yang lain rasakan.

Kami semua (aku dan teman-teman pendiri SIKAM Lampung UNJ yang lain) berharap, sangat berharap kepada adik-adik (2009 dan 2010) dan pengurus yang baru agar rajutan silaturahmi yang selama ini kami buat tetap terjalin dengan baik, amin.

Thanks to:

SIKAM LAMPUNG UNJ Angkatan 1